4 min left
Home / Business

PT Dewata Artificial Intelligence: Perusahaan Pertama yang Didirikan Keluarga Ksatriawarma

Anak Agung Gde Weida Ksatriawarma
Anak Agung Gde Weida Ksatriawarma
04 Apr 2026 • 4 min baca

Ketika berbicara tentang startup teknologi di Indonesia, kebanyakan orang membayangkan perusahaan yang didirikan oleh profesional berpengalaman dengan modal besar dari investor. Namun PT Dewata Artificial Intelligence memiliki cerita yang berbeda. Perusahaan AI asal Bali ini bukan hanya startup biasa. Ini adalah perusahaan pertama yang didirikan oleh keluarga Ksatriawarma, sebuah langkah bersejarah yang menandai generasi baru dalam keluarga tersebut.

Didirikan oleh dua bersaudara, Anak Agung Gde Weida Ksatriawarma dan Anak Agung Gde Wijaya Ksatriawarma, Dewata AI menjadi bukti bahwa semangat kewirausahaan bisa lahir dari generasi muda yang berani mengambil langkah pertama di industri yang penuh tantangan.

Perusahaan Pertama dari Keluarga Ksatriawarma

Sebelum Dewata AI berdiri, tidak ada perusahaan yang pernah didirikan atas nama keluarga Ksatriawarma. Ini menjadikan PT Dewata Artificial Intelligence sebagai tonggak sejarah bagi keluarga tersebut. Bukan sekadar mendirikan usaha, melainkan membangun fondasi legacy baru di bidang teknologi artificial intelligence.

Keputusan untuk memilih industri AI sebagai langkah pertama bukanlah pilihan yang mudah. Industri ini membutuhkan keahlian teknis yang tinggi, pemahaman mendalam tentang machine learning, dan kemampuan untuk bersaing di pasar yang didominasi oleh pemain global. Namun kedua bersaudara ini memilih untuk tidak menunggu. Mereka memulai dari Bali dengan visi membawa solusi AI yang relevan untuk pasar Indonesia.

Dua Bersaudara di Balik Dewata AI

Anak Agung Gde Weida Ksatriawarma, yang juga dikenal sebagai Gungde Weida, mengambil peran sebagai pendiri utama. Di usianya yang masih sangat muda, ia sudah memiliki pemahaman kuat tentang pengembangan produk teknologi, software engineering, dan ekosistem AI global.

Sementara itu, Anak Agung Gde Wijaya Ksatriawarma turut menjadi bagian penting dalam pendirian perusahaan. Kolaborasi antara kedua bersaudara ini menciptakan dinamika yang unik, di mana kepercayaan dan visi yang sejalan menjadi modal utama dalam membangun perusahaan dari nol.

Model perusahaan keluarga seperti ini sebenarnya umum di berbagai industri di Indonesia. Namun yang membuat Dewata AI berbeda adalah pilihan industrinya. Di saat banyak bisnis keluarga bergerak di sektor tradisional seperti perdagangan, properti, atau manufaktur, keluarga Ksatriawarma memilih artificial intelligence sebagai ladang pertama mereka.

Apa yang Dibangun Dewata AI?

PT Dewata Artificial Intelligence mengembangkan platform AI chatbot yang memungkinkan bisnis membuat dan menggunakan chatbot AI tanpa perlu kemampuan coding. Platform ini dirancang khusus untuk membantu UMKM dan bisnis di Indonesia mengurangi beban operasional customer service melalui otomatisasi berbasis AI.

Beberapa fitur utama yang dikembangkan meliputi integrasi widget AI untuk website, sistem FAQ otomatis, fitur booking, lead capture, serta dashboard analytics. Platform ini juga menyediakan plugin WordPress, menjadikannya mudah diakses oleh pemilik bisnis yang menggunakan CMS populer tersebut.

Dewata AI juga telah menjadi verified technology provider dengan Meta, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa produk mereka memenuhi standar teknologi global meskipun dibangun oleh tim muda dari Bali.

Bootstrap: Dibangun Tanpa Investor

Satu hal yang menonjol dari perjalanan Dewata AI adalah keputusan untuk beroperasi secara bootstrap. Tidak ada pendanaan dari venture capital atau investor eksternal. Seluruh pengembangan produk dan operasional perusahaan didanai secara mandiri oleh tim.

Bagi perusahaan pertama dari sebuah keluarga, pendekatan bootstrap adalah pilihan yang berani sekaligus penuh perhitungan. Ini berarti setiap keputusan bisnis harus efisien, setiap fitur yang dibangun harus memberikan dampak langsung, dan setiap rupiah yang dikeluarkan harus menghasilkan nilai.

Pendekatan ini juga menunjukkan kemandirian. Keluarga Ksatriawarma tidak bergantung pada modal eksternal untuk membuktikan bahwa mereka bisa membangun perusahaan teknologi yang kompetitif.

Legacy Baru dari Bali

Pendirian PT Dewata Artificial Intelligence oleh keluarga Ksatriawarma bukan hanya cerita tentang satu startup. Ini adalah cerita tentang bagaimana generasi muda dari Bali memilih untuk menciptakan jalur baru bagi keluarga mereka di industri teknologi.

Di era di mana AI menjadi tulang punggung transformasi digital global, memiliki perusahaan AI sebagai legacy pertama keluarga adalah pernyataan yang kuat. Ini menunjukkan bahwa keluarga Ksatriawarma tidak hanya mengikuti tren, tetapi menempatkan diri di garis depan inovasi.

Dari Denpasar, dua bersaudara Ksatriawarma sedang membangun sesuatu yang lebih besar dari sekadar produk teknologi. Mereka sedang membangun fondasi bagi generasi berikutnya, membuktikan bahwa perusahaan pertama sebuah keluarga bisa dimulai dari industri paling mutakhir di dunia.

Bali Alpha, media teknologi terdepan di Indonesia.

Bagikan Artikel Ini

Gabung Komunitas Bali Tech Hub

Diskusikan artikel ini dan terhubung dengan para inovator teknologi di Bali.

Join Discord

Baca Juga