Kebijakan Redaksi

Standar & Proses Newsroom

Kami meliput ekosistem teknologi dengan ketelitian yang sama seperti para insinyur membangun produk mereka. Inilah cara kami bekerja.

1. Proses Pelaporan

Setiap cerita dimulai dengan pertanyaan, bukan agenda. Tim kami mewawancarai banyak sumber, meninjau dokumen publik, dan memverifikasi data sebelum menulis satu kata pun. Kami menghindari "jurnalisme akses" yang menukar liputan lunak demi akses ke eksekutif.

2. Anonimitas dan Sumber

Transparansi adalah preferensi kami. Namun, kami mengakui bahwa dalam jurnalisme teknologi, whistleblower atau karyawan mungkin menghadapi pembalasan. Kami mengizinkan anonimitas (off-the-record) hanya jika:

  • Sumber memberikan informasi penting yang tidak dapat kami peroleh di tempat lain.
  • Sumber berada dalam posisi rentan.
  • Kami mengetahui identitas asli sumber dan telah memverifikasi kredibilitas mereka.

3. Embargo dan NDA

Kami terkadang menyetujui embargo berita (menunda publikasi hingga waktu tertentu) untuk memberikan waktu bagi reporter kami melakukan analisis mendalam. Kami tidak menandatangani Perjanjian Kerahasiaan (NDA) yang memberikan hak veto kepada perusahaan atas liputan kami.

4. Pelabelan Iklan

Batas antara editorial dan periklanan di Bali Alpha bersifat sakral.

  • Konten Editorial: Ditulis oleh jurnalis kami, independen dari pengaruh komersial.
  • Konten Sponsor/Partner: Diproduksi bekerja sama dengan pengiklan dan selalu diberi label "Sponsored" atau "Partner Content" di bagian atas artikel.

5. Investasi dan Perdagangan Saham

Staf redaksi dilarang meliput perusahaan di mana mereka memiliki investasi keuangan langsung. Jika konflik kepemilikan saham ada (misalnya melalui reksa dana umum), hal itu harus diungkapkan kepada editor pelaksana.

6. Jurnalisme Solusi

Kami tidak hanya melaporkan apa yang rusak. Kami juga berkomitmen untuk meliput solusi, inovasi, dan ide-ide yang bekerja. Kritik kami konstruktif, dan pujian kami berbasis bukti.